SUMENEP – Peran Babinsa tidak berhenti pada pengamanan wilayah. Di Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Babinsa Koramil 0827/03 Manding rutin mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak dari dapur penyedia hingga makanan benar-benar diterima siswa di sekolah, Jumat (23/1/2026).
Pendampingan dilakukan pada penyaluran MBG ID SPPG A19SCJF7 yang dikelola Yayasan Alif Batuputih, Desa Manding Daya, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 1.185 siswa dan guru dari 12 satuan pendidikan.
Babinsa Koramil 0827/03 Manding, Koptu Suhermanto, menyebut pengawalan distribusi dilakukan untuk memastikan kualitas, ketepatan, dan keberlanjutan program tetap terjaga di lapangan.
“Kami mengawal sejak dari dapur, saat makanan dikemas, sampai tiba di sekolah. Tujuannya satu, memastikan hak gizi anak-anak tidak berkurang di perjalanan,” ujar Koptu Suhermanto.
Ia menegaskan, pengawasan lapangan menjadi penting agar program nasional tidak berhenti sebatas laporan administratif, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh penerima.
“Program ini menyangkut kebutuhan dasar anak. Karena itu, kami ingin memastikan tidak ada celah, baik keterlambatan, kerusakan makanan, maupun ketidaktepatan sasaran,” katanya.
Menurutnya, kehadiran Babinsa dalam program MBG merupakan bentuk bakti nyata TNI terhadap masa depan generasi muda di wilayah binaan.
“Anak-anak yang hari ini mendapatkan gizi cukup adalah generasi yang akan menentukan arah daerah dan bangsa ke depan. Tugas kami adalah ikut menjaga fondasi itu sejak sekarang,” ujarnya.
Menu makanan yang dibagikan terdiri dari kentang goreng, tahu fantasi, jagung dan wortel rebus, ayam teriyaki, serta buah anggur.
Seluruh paket makanan didistribusikan menggunakan kendaraan operasional menuju sekolah-sekolah penerima manfaat dengan pendampingan Babinsa.
Pendampingan MBG di Kecamatan Manding mendapat respons positif dari pihak sekolah dan masyarakat. Kehadiran Babinsa dinilai memberi jaminan bahwa penyaluran bantuan gizi berlangsung tertib, transparan, dan tepat sasaran.






